Bisa Jadi, Batere Hape Kalian Tuh Hasil Eksploitasi Pekerja Anak Dibawah Umur


Kalian pake smartphone yang pake batere lithium? Jangan skip berita ini. Baru-baru ini ada kabar miris banget seputar anak-anak di Afrika. Bukan kasus Kony yang nyulik mereka buat jadi teroris, tapi berita anak Africa kali ini ada hubungannya sama gadget-gadget yang kita pake. Ternyata, pemasok bahan batere vendor-vendor besar kaya Apple, Samsung, Lenovo, Microsoft, LG, terlibat eksploitasi anak di Republik Demokratis Kongo, Afrika. Ngga nyangka kan?

Jadi gini ceritanya… Bahan baku batre lithium yang dipake vendor-vendor itu terbuat dari kobalt (sejenis logam tambang berwarna perak). Nah, bahan kobalt yang dipake itu ternyata ditambang sama lebih dari 40.000 anak yang harus kerja 12 jam penuh. Anak-anak ini umurnya masih seiprit, masih belasan dan bahkan ada yang umurnya cuma 7 taun. Waduh, padahal umur segitu harusnya mereka fokus belajar di sekolah dan main tepokan gambar sama temen-temennya. Bayangin aja guys, hari gini katanya jaman udah maju, mereka malah ngabisin masa kecilnya ngangkat beban berat setiap hari dan harus terbiasa sama debu plus bahan kimia di sekitarnya. Orang dewasa aja kerja sama bahan Kimia banyak yang mati keracunan, apalagi bocah.

Ironisnya lagi, mereka cuman dapet upah maksimal 2 dollar AS atau setara Rp 27.000 perak. Gak sebanding banget lah sama keuntungan perusahaan-perusahaan smartphone yang tinggal nikmatin hasil akhir dari kobalt tapi bisa dapet triliunan.

Anyway, informasi ini didapet hasil dari penelitian Amnesty International dan Afrewatch yang ngewawancarain 87 penambang dari lima industri tambang kobalt di Konga. Diataranya ada 17 anak-anak yang kerja sebagai penambang yang umurnya 9 sampe 17 tahun.

Tim peneliti dari Amnesty International akhirnya nemuin 16 perusahaan teknologi terkait kasus ini, yaitu Ahong, Apple, BYD, Daimler, Dell, HP, Huawei, Inventec, Lenovo, LG, Microsoft, Samsung, Sony, Vodafone, Volkswagen dan ZTE. Nah, kalo smartphone kamu ternyata salah satu produk dari perusahaan itu, bisa dibilang batere smartphone yang kalian pake itu adalah hasil jerih payahnya anak-anak di Kongo ini. Makanya senggaknya ya jangan perlakuin batere hape kalian dengan jorok. Kasian si kecil yang nambang kobalt-nya capek-capek.

Mirisnya lagi, entah alesan doang apa emang males nyari tau, 16 perusahaan itu kabarnya gak banyak kasih informasi buat verifikasi pasokan bahan kobalt yang mereka pake itu dari mana. Masa iya tinggal terima jadi doang? Harusnya persis kaya kata Mark Dummet dong yang merupakan salah satu tim peneliti dari Amnesty International “Perusahaan yang bisa dapet keuntungan sampe 125 triliun dollar AS itu harusnya bisa tau komponen-komponen smartphone-nya berasal dari mana”.

Untuk penyelesaian kasus ini, Amnesty International dan Afrewatch pun minta pemerintah tegas netapin peraturan dan hukum yang berlaku. Dan yang pastinya, perusahaan-perusahaan itu harus tanggung jawab dan nemuin jalan keluar buat bantuin kehidupan anak-anak di Kongo. Duh mudah-mudahan pemerintah dan rakyat Indonesia ikutan peduli bisa punya kontribusi bantu ngebebasin mereka-mereka ini. Buat kalian yang keluarganya beruntung bisa main dan sekolah, jangan belagu yah, selalu bersyukur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Zoemalang's community

ujung malang adalah Sebuah desa yang hilang terganti dengan ujung harapan

YoYo Games Blog Feed

Ujung malang adalah Sebuah desa yang hilang terganti dengan ujung harapan

Dealer Termurah

Menjual Segala Jenis Motor Baru Di Indonesia Cash Maupun Kredit

%d blogger menyukai ini: