10 Mitos Soal Penyakit Jantung, Kenali Faktanya Agar Tak Gelisah


Ladies, apa saja yang sudah kamu ketahui soal serangan jantung? Apakah pemahamanmu soal penyakit ini sudah benar? Atau malah jangan-jangan yang kamu ketahui selama ini ternyata cuma sebatas mitos belaka? Apalagi mengetahui sebuah berita duka tentang berpulangnya seorang penyanyi bersuara malaikat, Mike Mohede akibat serangan jantung yang mengejutkan dan meninggalkan kesedihan yang mendalam.

Penting sekali untuk mengetahui mana yang mitos dan fakta soal serangan jantung. Seringkali penyakit ini muncul tanpa gejala yang bisa kita kenali dengan pasti. Berikut ini 10 mitos seputar serangan jantung yang dilansir dari heart.org. Kenali mitos-mitosnya dan dapatkan pemahaman yang benar. Demi kebaikan dan juga nyawamu yang berharga
Mitos 1: Serangan jantung hanya menyerang orang yang sudah tua atau lanjut usia.
Fakta: Pola dan gaya hidup yang salah bisa membuat kita berisiko terkena serangan jantung. Bahkan pada usia anak-anak dan remaja, plak bisa mulai menumpuk di pembuluh arteri dan menyebabkan arteri tersumbat. Satu dari tiga penduduk Amerika memiliki penyakit kardiovaskular, dan tak semuanya berusia lanjut. Bahkan anak muda dan orang setengah baya bisa berisiko terkena penyakit jantung, khususnya mereka yang punya penyakit obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit lainnya.

Mitos 2: Gejala serangan jantung ditandai dengan tekanan darah tinggi.
Fakta: Masalahnya di sini kadang gejala tekanan darah tinggi itu sendiri tak bisa kita kenali. Bahkan tekanan darah tinggi disebut juga “silent killer”. Solusinya penting untuk mendeteksi apakah kamu memiliki tekanan darah tinggi dengan memeriksakan diri atau menjalani tes tekanan darah. Semakin dini masalah tekanan darah tinggi ini terdeteksi dan teratasi, maka penyakit lain yang mengintai seperti serangan jantung, stroke, kerusakan ginjal, dan gangguan kesehatan lainnya bisa dicegah.
Mitos 3: Serangan jantung selalu ditandai dengan nyeri atau sakit di area dada.
Fakta: Ternyata serangan jantung tidak selalu didahului dengan nyeri atau sakit di area dada, Ladies. Gejala serangan jantung tidak hanya nyeri dada. Ada gejala lain yang juga bisa jadi indikasi serangan jantung, beberapa di antaranya napas pendek-pendek, mual, pusing, nyeri atau rasa sakit di salah satu atau kedua lengan, di rahang, di leher, atau di punggung.

Mitos 4: Pengidap diabetes tak berisiko terkena serangan jantung asal sudah mengonsumsi obat-obatan dengan benar.
Fakta: Kalau kamu mengidap diabetes, memang benar risiko terkena serangan jantung bisa berkurang kalau kamu sudah mengonsumsi obat-obatan dengan benar. Hanya saja sekalipun kadar gula darahmu sudah terjaga dengan baik, risiko terkena serangan jantung dan stroke masih tetap ada. Hal ini karena penyakit diabetes itu sendiri bisa jadi pemicu munculnya penyakit kardiovaskular. Belum lagi dengan tambahan faktor lain yang mengiringi dan meningkatkan risiko serangan jantung, seperti tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, obesitas, jarang olahraga, dan kebiasaan merokok.
Mitos 5: Kalau ada anggota keluarga yang punya riwayat penyakit jantung, kita nantinya juga pasti terkena penyakit jantung.
Fakta: Meskipun ada keluarga yang punya riwayat penyakit jantung, tak serta merta kita nanti juga akan terkena penyakit jantung meski risiko itu memang ada. Tapi selalu ada tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan. Sejumlah tindakan pencegahannya, antara lain rutin berolahraga aktif, mengontrol kadar kolesterol, menjaga pola makan sehat, menjaga tekanan darah, menjaga berat badan ideal, mengontrol gula darah, dan tidak merokok.

Mitos 6: Saat masih muda nggak perlu mengecek kadar kolesterol.
Fakta: The American Heart Association merekomendasikan kita untuk mulai melakukan pengecekan kadar kolesterol setiap lima tahun sekali ketika sudah berusia 20 tahun. Apalagi jika punya anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung, sebaik mungkin kita sudah melakukan pengecekan kadar kolesterol secara rutin sedini mungkin. Jadi jangan menunggu tua dulu baru mengecek kadar kolesterol.
Mitos 7: Gagal jantung artinya jantung berhenti berdetak.
Fakta: Jantung mendadak berhenti saat terjadi serangan jantung, bukan saat gagal jantung. Saat terjadi gagal jantung, jantung tetap berdetak hanya saja darah yang dipompa tak seperti biasa. Dampaknya bisa menyebabkan napas pendek-pendek, bengkak di kaki dan pergelangan kaki, atau batuk-batuk yang tak kunjung berhenti. Saat terkena serangan jantung, seseorang bisa kehilangan kesadaran dan terhentinya pernapasan normal.

Mitos 8: Nyeri di kaki tak pernah ada kaitannya dengan jantung.
Fakta: Nyeri kaki yang menyakitkan di otot bisa jadi sebuah gejala penyakit peripheral arterial (PAD). PAD ini merupakan suatu kondisi di mana plak menumpuk di dalam arteri yang menyalurkan darah menuju otak, organ tubuh, dan anggota tubuh. Seseorang yang menderita PAD bisa berisiko tinggi terkena serangan jantung atau stroke.
Mitos 9: Saat jantung mendadak berdetak cepat, maka kita akan terkena serangan jantung.
Fakta: Perubahan detak jantung sebenarnya hal yang normal. Misal jantung akan berdetak cepat saat kita sedang berolahraga atau bahagia. Sementara saat kita tidur, detak jantung akan melambat. Tapi ada juga kondisi yang disebut aritmia, yaitu suatu tanda atau gejala dari gangguan detak jantung atau irama jantung. Kondisi ini umumnya masih dianggap normal, tapi kalau kondisinya parah maka jelas akan mempengaruhi cara kerja jantung dan butuh penanganan segera.

Mitos 10: Tidak boleh olahraga setelah selamat dari serangan jantung.
Fakta: Justru ketika seseorang pulih dari serangan jantung, sebaiknya tetap berolahraga rutin. Tapi harus sesuai dengan saran dan pengawasan dokter tentunya. Ada penelitian yang membuktikan bahwa orang yang selamat dari serangan jantung bisa memiliki peluang hidup yang lebih tinggi jika berolahraga rutin. Olahraga yang dilakukan memang sebaiknya masih dalam taraf ringan dan aman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Zoemalang's community

ujung malang adalah Sebuah desa yang hilang terganti dengan ujung harapan

YoYo Games Blog Feed

Ujung malang adalah Sebuah desa yang hilang terganti dengan ujung harapan

Dealer Termurah

Menjual Segala Jenis Motor Baru Di Indonesia Cash Maupun Kredit

%d blogger menyukai ini: