Membawa Keluarga Menuju Surga


Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga macam, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” Salah satu poin dalam hadis tersebut adalah bagaimana mempersiapkan anak untuk menjadi anak saleh. Dalam artian yang lebih luas, mendidik anak agar menjadi anak saleh merupakan salah satu cara agar dapat berkumpul di surga.

Mendidik anak dan mempersiapkan keluarga untuk bisa menuju surga inilah yang dikaji dalam kajian tematik Majelis Talim Al Khansa, yang bertempat di Soepomo Office Park, Jalan Prof DR Soepomo, No 143, Blok ABC, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam kajian yang digelar pada awal pekan ini, pemateri yang hadir adalah Ustaz Agus Hendra.

Pada awal paparannya, Ustaz Agus Hendra menyebutkan kandungan Surah at-Thur ayat 21. “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka akan kami pertemukan anak keturunan mereka itu dengan mereka dan kami tidak mengurangi pahala amalan mereka sedikit pun. Setiap orang terikat dengan apa yang diusahakannya.” (QS at-Thur: 21)

Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, Ustaz Agus menjelaskan, ayat ini menunjukkan kedermawanan dan anugerah Allah SWT yang akan mempertemukan seorang ayah dengan anaknya yang mengikutinya dalam keimanan. “Untuk menyenangkan hati ayah mereka dengan adanya keturunan itu di sisinya, maka Allah akan menghimpun mereka dalam bentuk yang paling baik,” ujar Ustaz Agus.

Tidak hanya itu, dalam Surah al-Mukminun ayat 8, malaikat-malaikat yang memikul arsy Allah juga akan meminta kepada Allah supaya ayah dari kalangan orang mukmin dapat dikumpulkan dengan anak ataupun istrinya di akhirat kelak. Para malaikat itu juga memohon kepada Allah SWT agar para ayah, anak, dan istri, ditempatkan di tempat-tempat yang berdampingan.

Untuk itu, Ustaz Agus menjelaskan, ada beberapa cara agar para ayah atau keluarga bisa mengajak keluarganya untuk menuju surga. Pertama, orang tua senantiasa memperbanyak ibadah kepada Allah SWT dan memberikan contoh kepada anak-anak. Dengan memperbanyak ibadah, anak-anak akan senantiasa mencontoh dari orang tuanya. Dengan begitu, anak akan mendapatkan teladan yang baik dari orang tuanya.

”Anak akan mencontoh perbuatan baik yang dilakukan orang tuanya hingga dia pun akan terbiasa melakukannya. Sebaliknya, anak yang biasa menyaksikan perbuatan-perbuatan mungkar yang dilakukan orang tuanya maka anak itu akan terbiasa melakukan perbuatan mungkar,” ujar Ustaz Agus.

Selain itu, orang tua harus menjaga kehalalan makanan, minuman, dan pakaian yang dikenakannya. Hal ini penting, agar semua doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT terkait kebaikan anak-anak tidak akan tertolak. Salah satu tertolaknya doa adalah lantaran mengonsumsi hal-hal yang diharamkan oleh syariah.

Lebih lanjut, Ustaz Agus menjelaskan, dalam Surah at-Tahrim ayat 6, Allah SWT juga memerintahkan orang-orang beriman agar menjaga diri mereka dan keluarga mereka dari api neraka. Pada saat ayat ini turun, Rasulullah SAW mengumpulkan seluruh keluarga besarnya dan meminta mereka untuk bisa melakukan kebajikan. Pasalnya, Rasulullah SAW sendiri pun tidak bisa menolak siksaan Allah yang menimpa keluarganya sendiri.

Ustaz Agus pun menambahkan, salah satu cara untuk menjaga keluarga dari api neraka adalah dengan mendidik agar mereka mengela perintah dan larangan Allah SWT. Kemudian, kepala keluarga juga mendidik keluarganya untuk mengerjakan semua perintah Allah SWT. Untuk hal ini, Ustaz Agus menyebutkan riwayat yang diungkapkan Ibnu Abbas.

“Ibnu Abbas berkata, ‘Didiklah keluargamu agar taat kepada Allah, menjauhi larangan-Nya, dan nasihati mereka agar senantiasa ingat kepada Allah. Karena, dengan cara ini, mereka akan selamat dari api neraka, insya Allah.’ Ini berdasarkan tafsir dari Ibnu Katsir,” kata Ustaz Agus.

Selain itu, ada pula cara lain yang ditempuh agar keluarga bisa selamat dari api neraka dan menuju surga. Mulai menjauhkan rumah dari penyebab masuk neraka, seperti tontonan yang tidak mendidik, mendidik keluarga untuk tidak meniru perilaku orang-orang kafir, hingga menanamkan kecintaan kepada tempat-tempat yang disyariatkan untuk dicintai serta menanamkan keimanan kepada anak-anak lewat kisah-kisah nabi dan sahabat.

Kajian tematik ini digelar oleh Majelis Talim Al Khansa. Salah satu pengurus Al Khansa, Rio, menuturkan, selain kajian tematik, Al Khansa juga menggelar kajian rutin tiap pekan, yang biasanya digelar pada Rabu dan Senin. Kajian ini pun dilakukan di lantai 3 dan 4 Gedung Soepomo Office Park.

Peserta-peserta kajian itu juga biasanya berasal dari berbagai daerah, terutama dari wilayah Jabodetabek. “Para peserta kajian juga berasal dari berbagai daerah, seperti dari Bekasi, Depok, atau wilayah-wilayah di Jakarta,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mari kita bersama meningkatkan kesadaran kita - Mulailah berpikir cerdas, Kita semua beragama !!! Agama bukan identitas...jadikanlah agama untuk keluar dari kebodohan

Tulisan di blog ini mungkin sangat ngawur tapi mungkin juga benar. Merdekakan pikiran anda, sentuh hati nurani anda. Yang ada tinggal KASUNYATAN SEJATI

Zoemalang's community at www. zoemalang.wordpress.com

ujung malang adalah Sebuah desa yang hilang terganti dengan ujung harapan

YoYo Games Blog Feed

Tulisan di blog ini mungkin sangat ngawur tapi mungkin juga benar. Merdekakan pikiran anda, sentuh hati nurani anda. Yang ada tinggal KASUNYATAN SEJATI

Dealer Termurah

Menjual Segala Jenis Motor Baru Di Indonesia Cash Maupun Kredit

%d blogger menyukai ini: