Daftar kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern


Bahasa Sanskerta sudah ribuan tahun dikenal di Nusantara. Bukti tertua yang sekarang masih ada ialah prasasti-prasasti yang ada di Kutai, Kalimantan Timur dan kurang lebih berasal dari abad ke-4 atau abad ke-5 Masehi.

Karena keberadaan bahasa Sanskerta di Nusantara sudah lama, sudah tentu banyak kata-kata dari bahasa ini yang diserap dalam bahasa-bahasa setempat. Artikel ini membicarakan kata-kata serapan dalam bahasa Melayu tradisional dan dalam bahasa Indonesia modern.
Kosakata dasar

Karena sudah sangat lama dikenal di Nusantara, kata-kata Sanskerta ini seringkali sudah tidak dikenali lagi dan sudah masuk ke kosakata dasar. Oleh karena itu seseorang bisa menulis sebuah cerita pendek yang hanya menggunakan kata-kata Sanskerta saja. Di bawah ini disajikan sebuah cerita kecil terdiri dari kurang lebih 80 kata-kata dalam bahasa Indonesia yang ditulis hanya menggunakan kata-kata Sanskerta saja, kecuali beberapa partikel-partikel. Kata-kata Sanskerta di bawah dicetak tebal:

Karena semua dibiayai dana negara jutaan rupiah, sang mahaguru sastra bahasa Kawi dan mahasiswa-mahasiswinya, duta-duta negeri mitra, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata suami-istri, beserta karyawan-karyawati lembaga nirlaba segera berdharmawisata ke pedesaan di utara kota kabupaten Probolinggo antara candi-candi purba, berwahana keledai di kala senja dan bersama kepala desa menyaksikan para tani yang berjiwa bersahaja serta berbudi nirmala secara berbahagia berupacara, seraya merdu menyuarakan gita-gita mantra, yang merupakan sarana pujian mereka memuja nama suci Pertiwi, Dewi Bumi yang bersedia menganugerahi mereka karunia dan restu, meraksa dari bahaya, mala petaka dan bencana.
Jumlah kata-kata Sanskerta dalam bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia diperkirakan ada sekitar 800 kata-kata dari bahasa Sanskerta. Kata-kata ini ada yang diserap langsung dari bahasa aslinya, namun banyak pula yang diserap dari bahasa Jawa atau bahasa Jawa Kuna. Yang diserap dari bahasa Jawa sering dipakai sebagai pembentukan kata-kata baru dan disebut sebagai neologisme.

Meski kelihatannya hanya sedikit, namun kata-kata ini frekuensinya cukup tinggi dan banyak yang masuk ke kosakata dasar seperti telah dibicarakan di atas ini sehingga tampaknya banyak.
Penyesuaian fonologi

Fonologi bahasa Sanskerta dan bahasa Melayu agak berbeda. Di dalam bahasa Sanskerta dikenal ada 7 vokal pendek dan 6 vokal panjang (secara teoretis ada 7 vokal panjang pula), serta ada 26 konsonan.

Vokal Pendek:

/a/, /i/, /u/, /ṛ/, /ḷ/, /e/, dan /o/

Vokal Panjang:

/a:/, /I:/, /u:/, /ṛ:/, /ḷ:/, /ai/, dan /au/.

Konsonan Letupan

/k/, /g/, /c/, /j/, /ṭ/, /ḍ/, /t/, /d/, /p/, /b/

Konsonan Letupan yang disertai hembusan

/kh/, /gh/, /ch/, /jh/, /ṭh/, /ḍh/, /th/, /dh/, /ph/, /bh/

Konsonan Sengau

/ng/, /ñ/, /ṇ/, /n/, /m/

Konsonan Semivokal

/y/, /r/, /l/, /w/

Konsonan Sibilan

/ś/, /ṣ/, /s/, /h/

Konsonan Lain-lain

/ḥ/, /ṃ/

Dalam bahasa Melayu tidak ada permasalahan berarti dalam menyesuaikan vokal-vokal Sanskerta. Namun karena dalam bahasa Melayu tidak ada vokal panjang, maka semua vokal panjang berubah menjadi pendek.

Selain itu ada hal menarik dalam penyesuaian vokal /r/. Vokal ini sekarang di India dilafazkan sebagai /ri/ sementara zaman dahulu diperkirakan vokal ini dilafazkan sebagai /rə/ atau /’ər/, mirip seperti dalam bahasa Jawa. Inilah sebabnya mengapa nama bahasa Sanskrta di Indonesia dilafazkan sebagai Sanskerta, tetapi di India sebagai Sanskrit. Dalam bahasa Melayu pada beberapa kasus vokal ini dilafazkan sebagai /ri/, namun pada kasus-kasus lainnya dilafazkan sebagai /’ər/. Selain itu kata-kata Sanskerta yang diserap dari bahasa Jawa seringkali juga memuat pelafazan /’ər/ atau /rə/.

Beberapa contoh:

Sebagai /ri/ -> “berita”, “berida”.
Sebagai /rə/ -> “bareksa”
Serapan dari bahasa Jawa /’ər/ -> “werda”

Kemudian perbendaharaan konsonan bahasa Melayu tidak sebanyak bahasa Sanskerta. Konsonan retrofleks tidak ada padanannya dalam bahasa Melayu sehingga disesuaikan menjadi konsonan dental. Lalu dari tiga sibilan dalam bahasa Melayu yang tersisa hanya satu sibilan saja, meski dalam huruf Jawi seringkali sibilan retrofleks atau palatal ini ditulis menggunakan huruf syin ش. Misalkan kata kesatria yang dalam bahasa Sanskerta dieja sebagai kṣatriya (kshatriya) dalam tulisan Jawi dieja sebagai کشتريا.

Lalu kasus menarik selanjutnya ialah penyesuaian konsonan yang disertai dengan aspirasi atau hembusan. Dalam bahasa Melayu seringkali hembusan ini juga dilestarikan. Sebagai contoh diambil kata-kata:

bhāṣa -> bahasa
chaya -> cahaya
phala -> pahala

Hal ini justru tidak dilestarikan dalam bahasa Nusantara lainnya, misalkan bahasa Jawa dan bahasa Bali. Di sisi lain tampaknya hal ini justru ada dalam bahasa Madura yang terlestarikan pada konsonan eksplosiva bersuara.

Kemudian semivokal /y/ dan /w/ pada posisi awal berubah menjadi /j/ dan /b/. Contohnya ialah kata-kata “jantera”, “bareksa”, “berita”, dan “bicara”.

Lalu anusvara /ṃ/ (/m./) dalam bahasa Melayu dilafazkan sebagai /ng/ atau sebagai sengau homorgan.
Daftar

Di bawah ini diberikan daftar kata-kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Indonesia beserta ejaan asli dalam bahasa Sanskerta.
Daftar isi

1 Kosakata dasar 2 Jumlah kata-kata Sanskerta dalam bahasa Indonesia 3 Penyesuaian fonologi 4 Daftar
4.1 A 4.2 B 4.3 C 4.4 D 4.5 E 4.6 G 4.7 H 4.8 I 4.9 J 4.10 K 4.11 L 4.12 M 4.13 N 4.14 O 4.15 P 4.16 R 4.17 S 4.18 T 4.19 U 4.20 V 4.21 W 4.22 Y 4.23 Angka 4.24 Referensi

A

adi (ādi): utama, pertama
adicita (ādicitta)
adikara (adhikara)
adipati (ādipati): raja agung
adiraja (ādirāja): raja utama
Aditya (Āditya): (Dewa) Matahari
agama (āgama): din; tradisi suci
aji: mantra
aja: hanya
aksara (akṣara): huruf
aksi (akṣi): mata, sesuatu yang dilihat
alpa : teledor, kekurangan
amerta (amṛta): ambrosia, nektar, air kehidupan
ancala (acala): gunung
aneka (aneka): macam-macam
angka : bilangan
angkara (ahaṅkāra): murka
angkasa (ākāśa): langit
angsa (haṃśa): sowang
angsoka (aśoka): sejenis pohon
aniaya (anyāya): siksa
anitya: ketidakkekalan
antara (antara): lain
antariksa (antarikṣa): luar angkasa
anugerah (anugraha): pemberian
arca (arcā): patung
ardi (ardi): gunung
Arya : bangsawan, orang India Utara
asa : jiwa (dalam frasa “putus asa”)
asmara (smara): cinta
asrama (āśrama): tempat padepokan
asta (aṣṭa): delapan
astana (āsthāna): tempat pemakaman raja dan kerabatnya. Lihat pula istana.
Atharwaweda (atharvaveda): salah satu dari empat kitab Weda
atma (ātmā atau ātma): jiwa
atmaja (ātmaja atau ātmajā): anak
Awatara (avatāra): penjelmaan, penampakan Dewa di dunia.

B

baca (vaca): mengartikan tulisan
bada (vāda): bicara
bagai (bhāga): mirip
bagi (bhāgī):
bagian (bhāgya):
bahagian (bhāgya):
bahagia (bhāgya) : sukacita
bahasa (bhāṣa): logat
bahaya (bhaya): sesuatu yang mengancam
bahna (bhāna): karena
bahtera (vahitra): kapal
bahu (bāhu): lengan
bahureksa (bāhurakṣa): hiasan tangan
baiduri (vaidūrya): opal
bakti (bhakti): hormat, loyal
bala (bala): tentara
banaspati (vanaspati): pohon besar
bangsa (vaṃśa): rakyat
bangsawan
bangsi (vaṃśi): peluit
bareksa (vṛkṣa): pohon
basmi (dari frasa bhasmī bhūta): musnah
Batara (bhaṭāra): Dewa
Batari (bhaṭārī): Dewi
bausastra (bahuśāstra): kamus
baya (vayas): usia
bayangkara (bhayaṃkara): penjaga
bayu (vāyu): angin
bea (vyaya): ongkos
biaya (vyaya)
beda (bheda): diferensi
beza (Malaysia)
bedama
begawan (bhagavān): orang suci
bejana (bhājana): tempat menampung
belantara (vanāntara): hutan
bencana (vāñcana): malapetaka
benda (bhāṇḍa): objek
bendahara (bhāṇḍāgāra): penjaga uang
berhala (bhaṭāra): bentuk Tuhan
berhana
berita (vṛtta):
biara (vihāra): tempat kaum rohaniawan
biarawan
biarawati
bicara (vicāra): omong
bidadari (vidyādharī): makhluk sorgawi
biji (bijā): isi buah
biksu (bhikṣu): seorang rohaniawan Buddha
biksuni
binasa (vināśa): hancur
birahi (virahin): ingin bercinta
bisa (1) (viṣa): racun
bisa (2) (viṣa): boleh
brahma (brāhma)
brahmana
brahmani
brahmi
brata (brata): tapa
buana (bhuvana): dunia
budaya (buddhaya): berhubungan dengan akal, adab
Buddha (buddha): seseorang yang telah sadar
budi (buddhi): akal
bujangga (bhujaṅga): ilmuwan. Lihat pula pujangga
bukti (bhukti):
bulu roma
bumantara (byomāntara): langit
bumi (bhūmi): planet ketiga dalam tatasurya, tanah
bumiputera (bhūmiputra): pribumi
bupala (bhūpāla): raja
bupati (bhūpati): raja
busana (bhūṣaṇa): pakaian bagus
buta (bhūta): raksasa
butala (bhūtala): bumi
butayadnya (bhūtayajña): persembahan atau kurban kepada buta

C

cabai (cavi): lombok
cahaya (chāya): sinar
cakrabuana (cakrabhūvana):
cakra (cakra): roda
cakram (cakram): diskus
cakrawala (cakravāla): ufuk, horison
candala (caṇḍāla): orang buangan; dari kasta terendah; paria
cendala
candi (caṇḍi): gedung peninggalan Hindu-Buddha kuna
candra (candra): bulan (satelit bumi)
candramawa
candrasa
candrasengkala
cara (ācāra): kelakuan
caraka (caraka): duta
catur (1) : sebuah permainan papan
caturangga
syatranji
catur (2): empat
cedera (chidra): luka
cela (chala): cacat
celaka (chalaka): musibah
cempaka (campaka): nama sebuah bunga (Michelia Champaka)
cendana (candana): nama sebuah tumbuhan
cendekia
cendekiawan
cendera
cendrawasih (candra + vāsi): nama burung di Papua
cengkerama (caṅkrama): bersantai
cerita (carita): kisah
ceritera (caritra): kisah
cerna
cinta (cintā): kasih
cintamani
cita (citta): pikiran
cipta : inovasi
citra (citra): gambar
cuci (śuci): membersihkan
cuka (cukra): bahan pengasam
cula (cūlā atau cūḍā): tanduk
curiga (churikā): mendakwa

D

dadih : air susu sapi, kerbau, dsb. yang pekat yang kental
dahaga : haus, perlawanan terhadap pemerintah
daksina : selatan
dana : uang
dasa (daśa): sepuluh
dasawarsa (daśawarṣa): dekade, sepuluh tahun
delima : tumbuhan Punica Granatum
denda (daṇḍa): hukuman
dendam (daṇḍa mungkin dari bahasa Tamil): rasa ingin membalas sesuatu yang dialami
derita (dhṛta): kesengsaraan
desa (deśa): daerah non-urban; daerah administratif terkecil
Dewa : Tuhan
Dewata : sifat kedewaan
Dewi : dewa perempuan
Dewayadnya (dewayajña): persembahan atau kurban kepada para Dewata dalam agama Hindu
dewadaru : kenikir
dewangga : kain yang bergambar indah
dewasa : akil balig
dharma (dharma): kewajiban dan sebagainya
darma : kewajiban
derma : sumbangan
dirgantara (digantara): langit
dirgahayu (dīrghāyuṣa): panjang umur
dosa (doṣa): kesalahan
duli : kehormatan terhadap raja
dupa : kemenyan yang apabila dibakar berbau harum
dusta : tidak benar
duta (dūta): wakil, caraka
dwi : dua

E

eka : satu
ekabahasa (eka + bhāṣā): monolingual
ekamatra
ekasila
embara (digambara): berkelana
erti (artha): arti, makna

G

gada
gaharu
gajah (gaja): suatu hewan besar
gala
galuh
ganda
gandapura
gandaria
gandarusa
gandasturi
gandasuli
gandarwa
gandewa (gaṇḍīva): busur, terutama busur sang Arjuna
gandola
gandi
Gangga (gaṅgā): sungai di India dan personifikasinya sebagai Dewi Gangga
gangsa
gapura
garba
Garuda (garuḍa): burung mitologis, wahana Dewa Wisnu
gatra baris
gaya
gembala
genta
gergaji
gergasi
gerhana
giri (giri): gunung
gita tembang
goni
graha (gṛha): rumah, gedung
griya: di Bali rumah keluarga brahmana
grahita
gua
gula : pemanis
gulana (glāna): rasa gundah
gulma
guna (guṇa): manfaat
gunawan (guṇa + sufiks vant)
gurindam pantun yang terdiri dari dua baris,baris pertama sampiran dan baris kedua isi
guru (guru): pengajar
gustituhan

H

harsa (harṣa): sukacita
harta (artha): uang, kekayaan material
hasta : tangan
hatta (ātha): syahdan, maka (kata penghubung)
hima : kabut (harafiah salju)
Himalaya (himâlaya): nama pegunungan di India, secara harafiah artinya “tempat salju”
hina : rendah

I

idam
indera
indria
inggu
intisari
irama (virama): ritma
istana (āsthāna): tempat tinggal raja. Lihat astana
istimewa (āstām eva): khusus
istri (strī): mitra pernikahan wanita

J

jaga (jagarti tapi dalam bahasa Prakerta jaga): bangun
jagat (jagat): dunia
jagat raya (dari jagattraya: “tiga dunia”): alam semesta
jaksa (adhyakṣa): sang penuntut dalam mahkamah pengadilan
jala (jala): jaring untuk menangkap ikan
jambu (jambu): semacam pohon dan buahnya
japa (japa): mantra
jampi (japa)
jana: manusia
janda (raṇḍa): seorang wanita yang tidak memiliki suami lagi
jantera (yantra): alat yang berputar, roda
jasa (yaśa): perbuatan terpuji
jati (jāti): sejenis pohon
jatmika (adhyātmika): hormat
jaya : menang
jebad
jeladri
jelata (janatā): rakyat
jelita (lalita): cantik
jelma (janma): orang
jempana (jampana): pelangkin
jenggala (jaṅgala): gurun
jenitri (gaṇitrikā): sejenis pohon dan buahnya (elaecorpus ganitrus)
jiwa (jīva): roh
juita (jīvita): manis
jumantara (vyomāntara): langit
juta (ayuta): 1.000.000
jutawan : sangat kaya

K

kabupaten (dari kata bhūpati): wilayah pemerintahan seorang bupati
kakawin (dari kata kāvya): sebuah sajak dalam metrum India
kala (kāla): waktu
kalpataru (kalpataru): pohon kehidupan, pohon kelimpahan
kama (kāma): cinta
Kamajaya (Kāmajaya): nama lain Dewa Smara atau Dewa Cinta
kanji
kapas (karpāsa): sejenis bahan
karena (kāraṇa): sebab
karma (karma): hasil
karna (karṇa): telinga
karunia (kāruṇya): anugerah
karya (karya): buatan
kata (katha): satuan kalimat
kawi (kāvya): penyair
kecapi (kacchapī): alat musik petik
keling (Kaliṅga): India bagian selatan
keluarga (kulavarga): famili
kemala
kendala
kendi (kuṇḍi atau kuṇḍikā): bejana air
kenya (kanyā): gadis
kepala (kapāla): bagian tubuh yang teratas
keranda
kerja (karya): sesuatu yang diperbuat
kesatria (kṣatriya): lihat kesatria
kesturi (kastūrikā): jebat, musang
kesumba
ketika
kirana (kiraṇa): sinar
kokila : sejenis burung
kota (kuṭa): benteng, wilayah urban
koti (koṭi): 100.000
krama : cara, aturan
kresnapaksa (kṛṣṇapakṣa): paruh gelap bulan
krida (krīḍā): tindakan terpuji
kesatria (kṣatriya): kasta kedua, bangsawan, seorang laskar
kuasa (dari kata waśa):
kulasentana (kulasantāna): suku
kulawangsa (kulavaṃśa): klan
kunarpa : mayat, bangkai
kunci (kuñcikā): menutup
kunta
kusa
kusta
kusuma (kuṣuma): bunga

L

laba (labha): untung
lagu (laghu): nyanyian
laksa (lakṣa): 10.000
laksana (lakṣaṇa)
lengkara
lingga (liŋga)
logam
loka
lokakarya
lokananta
lokapala
lintas

M

madia (madya): tengah
madya
madu (madhu): cairan manis produk lebah
madukara
maha (mahā): besar
Maharaja (mahārāja): Kaisar
mahkota
makara
mala
malapetaka
manah
mandala
mangsa
mangsi
manik
manikam
mantra
mantri
manusayadnya
manusia
mara
marabahaya
marga
margasatwa
masa
meterai
matra
maya :Semu
mayapada :bumi
mega (megha): awan
melati
menteri
mercapada
merdeka :kebebasan
mahardika
merdu
merica
merpati
mesra
mesti
mestika
mina : ikan
mintuna
mitra :Teman,rekan
moksa (mokṣa): kelepasan dari sengsara
muda (mūḍha): tidak tua
muka
mula
mustika
mutiara

N

nada
naga
nama (nāma): sebutan atau panggilan
nara
narapati
narapidana
nata
nawa (sembilan)
negara
negeri
neraca
neraka (naraka):
netra (netra): mata
nila
nirmala
nirwana (nirvana): stadium kelepasan jiwa
niscaya
niskala
nista

O

ojah

P

pada
padma
padmi
padam
patma
fatma
pahala
paksa
paksi (pakṣi): burung
peksi
paksina
pala
panca (pañca): lima
pancaka
pancasila (1) (pañcaśīla): lima kaidah falsafah Buddhis
Pancasila (2) (pañcaśīla): ideologi negara Indonesia
Pancatantra (pañcatantra): sebuah karya sastra dari India Kuna
pandai
pandita
panitia
papa
para
parameswara
parameswari
parisada
parwa
pasca (paścat): setelah
pataka
patera
patih
pawaka: api
pawana
payudara (payodhara): buah dada wanita
pedanda
pedati
pekerti
pendapa
pendeta
penjara
perada
perbawa
percaya (pratyaya)
perdana
peribahasa
peristiwa
perkara
permaisuri
permata
persada
pertama
pertiwi
perwara
petaka
pidana
pitayadnya
prabu
prahara
prakarsa
prakarya
prakata
prameswari
pramugara
pramugari
pramuria:wanita nakal
pramuwisata:pemandu wisata
pranala (praṇāla): pautan atau tautan di internet
pranata
prasangka
prasarana
prasasti
prasetya
prawacana
pria
pribumi:penduduk asli
puasa
puja
pujangga :penyair
puji
penggawaprajurit
pura
purba
purbakala
puri
purnama
purwa
purwarupa: prototipe
pusaka
puspa
puspadanta
puspita
pustaka
putra
putri

R

raga
rahasia
raja
rajaberana
rajah
rajalela
rajawali
raksa
raksasa
raksasi
ramai
rasa
rasa
rasi
rata
ratna
reca
rela
remaja
rencana
renjana
resi
restu
Rgweda: kitab suci umat Hindu
rona
rupa
Rupiah (rūpya): mata uang Indonesia

S

sabda (sabda): kata, firman
sad (ṣaḍ): enam
sadaya
sahaja (sahaja): sederhana
sahaya (sahāya): hamba
saka
sakala
saksi (sakṣi)
sakti (śakti): kekuatan supranatural
sama
samapta
samsara (saṃsāra): lahir kembali di dunia, lihat pula sengsara
samudra (samudra): laut besar
sandi
sandiwara
sanggama (saṃgama): hubungan seksual
sanggamara
sangka
sangka
sangkala
sangsi
Sanskerta (saṃskṛta): bahasa yang sempurna
santri (śāstri): seorang pelajar agama Islam, biasa tinggal di sebuah asrama
pesantren
santi
santika
sapta (tujuh)
saptadarma
saptamarga
sarana
sari
sari
saripati
sarira
sarjana (sajjana): seorang akademikus
sasakala
sasian
sastra
satria
satru
satwa
satyalancana
satyawacana
saudara
sayembara (svayambara): kontes
seba
sederhana (sārdhāna): simpel
sedia
sediakala
sedianya
segala
segara
sejahtera
selesma
selira
seloka (śloka): larik puisi
semadi
semboyan
sementara
sempurna
semua
senantiasa
senapati
sendawa
sendi (sandhi): penghubung
sengketa
sengsara (saṃsāra): keadaan derita. Lihat pula samsara
senjata (sajjita): alat perang
sentosa
serati
seraya
serba
seribumi
serigala
sesira
setanggi
seteru (śatru): musuh
setia (satya): loyal
siksa
sila (śīla): asas
singa (siṃha): semacam kucing raksasa
singgasana (siṃhâsana): takhta
sisa
siswa (siṣya): murid
sorga (svarga)
sri
sridanta
srikaya
stupa
su- (su): baik
suami
suara (svara): bunyi
suasana
suci (śuci): keramat
sudah (suddha): telah
sudamala
sudara
sudi
sudra
suka
sukarela
suklapaksa
sukma
sula
sunyata
sunyi
suralaya
surya
suryakanta
susila
sutra
sutradara
swa-
swakarsa
swakarya
swapraja
swasembada
swatantra
swasta

T

tabik
tabe
tabil
tala
tani
tantra
taru
taruna
tata
tata acara
tata surya
tata bahasa
tata busana
tata cara
tata guna
tata krama
tata laksana
tata nama
tata negara
tega (tyaga): tidak perduli
teja
telaga
tembaga
tentara
tepaslira
terka
tetapi
tirta (tirta): air
tri (tri): tiga
trimatra
trimurti
trisna
trisula (trisula): Tiga ujung. Senjata (semacam tombak) dengan tiga mata yang tajam.
triwikrama
tuna : Kehilangan (tadinya memiliki menjadi tidak) / tidak memiliki.
tuna netra – buta
tuna rungu – tuli
tuna wicara – bisu
tuna daksa – tidak memiliki tangan dan/atau kaki
tuna laras – kelainan perilaku
tuna grahita – kelainan mental
tuna wisma – tidak memiliki rumah
tuna karya – pengangguran Tidak memiliki pekerjaan.
tuna aksara – buta huruf
tuna susila – tindakan amoral

U

udara (udara): zat di atmosfer bumi
umpama: lihat upama
unta (uṣṭra): sejenis hewan yang hidup di gurun pasir
upacara
upaduta
upah
upama: contoh
upaya (upāya): daya, siasat
upeti (utpatti): sesuatu yang harus diberikan kepada pembesar, semacam pajak
urna
usaha (utsaha)
usia (yuṣa): umur
utama (uttama): paling unggul
utara (uttara): mata angin yang arahnya sebelah kiri terbitnya matahari

V

vihara (vihāra): rumah ibadah kaum Buddhis

W

wacana (vacana)
wahana (vāhana): medium, kendaraan
waisak
waisya
walimana (vimāna): burung mitis
waluh
-wan (-vant): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku pria
-wati (-vatī): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku wanita
wana: hutan
wanara (vaṇara): kera
wangsa (vaṃśa): dinasti
wanita : perempuan (terhormat)
waranggana
warga : kaum
warna (varṇa): kelir
warsa (varṣa): tahun
warta (vṛtta): berita
warta berita
wartawan : jurnalis
waruna
waspada
wati
weda : kitab suci
wedana
werda
wesak
wibawa
wibawa
wicara
widara
widya : pengetahuan, ilmu atau pembelajaran
widyakarya
widyawisata
wihara
wijaya
wiku
wimana
windu
wira
wiracarita : epos
wirama
wiraswasta
wirawan
wisata
wisatawan
wisaya
wisma : rumah
wisuda
wiwaha (vivāha): pernikahan besar
wiyaga : burung
wiyatabhakti
wredatama

Y

Yajurweda (yajurveda): salah satu dari kitab Catur Weda
yantra (yantra): alat. Lihat pula jentera
yayasan (berdasarkan yaśa): lembaga. Lihat pula jasa.
yoga (yoga): bentuk tapa-samadi
yogi (yogin): seseorang yang beryoga
yoni (yoni): rahim, vagina, alas lingga
yogya (yogya): sesuai tatakrama
yojana (yojana): ukuran, jarak kurang lebih 15 kilometer
yuda (yuddha): perang

Angka

eka
dwi, dwaya
tri, traya
catur
panca
sad
sapta
ashta
nawa
dasa
ekadasa
dwadasa/dwidasa
trayodasa
caturdasa
pancadasa
sodasa
saptadasa
asthadasa (contoh: Astadasaparwa)
nawadasa
wingsati
ekawingsati
dwawingsati
trayowingsati

30. trinisat
32. dwitrinisat
33. tritrinisat
34. cattrinisat
40. catwaringsat
50. pancasat
60. sasti
70. saptati
80. asiti
90. nawati
100. sata
102. dwisata
200. dwisatani
202. dwidwisatani
913. trayodasa nawasatani
1.000. sahasra, sasra, saharsa
5.000. pancasahasrani
7.423. trayowingsati catursatani saptasahasrani
10.000. laksa
100.000. kethi
1.000.000. yuta
100.000.000. arwuda

Daftar kata serapan dari bahasa Hindi dalam bahasa Indonesia


Bahasa Hindi masuk ke Indonesia lewat hubungan agama, kebudayaan, dan perdagangan antara orang-orang India yang datang ke Nusantara dengan masyarakat setempat sejak ribuan tahun yang lalu. Bahasa Hindi juga memiliki banyak serapan dari Bahasa Sansekerta karena berasal dari daerah yang sama yaitu Asia Selatan (sekarang India), namun Bahasa Sansekerta usianya lebih tua dibandingkan bahasa Hindi.

Beberapa kata dalam bahasa Hindi yang diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah:

acar
candu
cempaka – nama bunga
kunci
madu
rupiah (“Rupee”)
sambal
sabun
pahlawan (“Pehlvaan”)
jaya
raja
bahasa

Dan masih banyak lagi. Karena bahasa Hindi juga banyak sekali serapan dari Bahasa Sansekerta

Daftar kata serapan dari bahasa Tionghoa dalam bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia banyak memuat kata-kata serapan dari bahasa-bahasa Tionghoa. Sebagian besar kata-kata ini diserap bukan dari bahasa Mandarin, tetapi dari bahasa Hokkien, bahasa Amoy dan bahasa Kanton.

Kata-kata ini terutama berhubungan dengan dapur dan makanan. Pengaruhnya terutama sangat terasa di pulau Jawa, di mana penduduk pulau ini sekarang tidak bisa lagi makan dan minum tanpa teh, tahu, kecap, bakmi, bakso, soto dan sate. Kemudian kata-kata lain adalah yang spesifik berhubungan dengan budaya Tionghoa, misalkan Imlek, hongshui, shio dan sebagainya. Namun dalam bahasa Melayu dialek Betawi yang dipertuturkan di daerah Jakarta dan sekitarnya, kata ganti pertama (gua) dan kedua (lu) berasal dari sebuah bahasa Tionghoa. Selain itu dalam menyebut kata-kata bilangan, yang tidak dimuat di daftar ini, juga banyak dipakai kata-kata Tionghoa. Bahkan kota yang berada di barat Jakarta, kota Tangerang didirikan oleh orang Tionghoa dan nama ini berasal dari sebuah bahasa Tionghoa.

Sesuatu hal yang menarik ialah bahwa beberapa perkataan berhubungan dengan sektor informal, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya. Ada kata-kata yang berhubungan dengan perjudian dan prostitusi. Kemungkinan kata-kata ini dipergunakan sebagai bahasa rahasia.

Beberapa kata dipertentangkan atau diragukan apakah berasal dari sebuah bahasa Tionghoa atau bukan, kata-kata ini antara lain adalah singkong (bahasa Melayu: “ubi pohon”) dan sate. Ada yang menduga kata sate berasal dari bahasa Tamil. Sedangkan kata jung yang tersebat di antara Jazirah Arab sampai Laut China Selatan, bukan berasal dari sebuah bahasa Tionghoa namun dari sebuah bahasa Austronesia. Yang berasal dari bahasa Tionghoa adalah kata wangkang. Namun kata terakhir ini sebenarnya merupakan kata serapan dari bahasa Austronesia (lihat Distrik Wanhua).

Kemudian agak mengherankan praktis tidak ada kata-kata pinjaman yang berhubungan dengan senjata api, padahal senjata api diciptakan oleh bangsa Tionghoa.

Daftar ini belum lengkap; barangsiapa yang mengetahui kata-kata lainnya silakan menambah.

A

amah (阿嫲)
amoy (阿妹)
angkin
angkong
anglo (洪爐)
anglong
angpao (紅包)
angsiau (紅燒)
ang (紅)
Amsiong sesuatu kata pengumpamaan untuk kata “Hancur”
Auban Sesuatu “orang” bersifat tidak baik

B

bacang (粽子)
bak (tinta) (墨)
bakiak(木屐)
bakmi (肉麵)
bakpau (肉包)
bakpia (肉餅)
bakso
bakwan (肉丸)
babah
banji
barongsai
batau (馒头)
beca(馬車)(becia kereta kuda atau tidak makan kalau tidak menarik beca/tidak mencari uang )
bihun (mihun) (米粉)
bolui(沒錢)
bongmeh
bopo
bongpai (墳碑)

C

cabo (女人)
cah (炒)
caisim
cakwe (炸粿/炸鬼)
cangantu
cangbok
cangklong
cap cai (十菜): tumis sayuran
Cap Go Meh (十五暝; pinyin: shí wǔ wěi): perayaan 15 hari setelah tahun baru Imlek
capjiki
cawan (茶碗; pinyin: cháwǎn): alas cangkir
cha sio (sederhana: 叉烧; tradisional 叉燒; pinyin chāshāo): sejenis babi panggang
cat
cece (坐坐)
ceki
cia (吃)
cialat parah
ciami
ciaciu, undangan perjamuan
cici (姐姐) kakak
cincai (隨便)
cincau (仙草) sejenis minuman
cincu (珍珠)
cingantu
cingbok
cingcai (隨便)
cingge
cintong
ciu (酒)
cocang
compoh
cuankie, jenis makanan yang terdiri dari tahu putih/coklat, siomay, dan baso dimakan dengan kuah yang rasanya mirip dengan kuah Baso Malang.
cui (水)
cuki
cukeng
cukong (主公)
cun (寸)

D
Contoh sebuah dacing.

dacing – timbangan (称)
dim sum (tradisional: 點心, sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) – sejenis makanan kecil

E

encang (阿丈) (Om)/(Paman)
encing (Tante)
engkoh (阿哥)(Kokoh)
engkong (阿公)(kakek)

F

fu yung hai (芙蓉蛋)

G

gin coa
gincu (胭脂)
ginkang
ginseng (人參)
giok(玉)
giwang (耳環)
gua 我 Hokkien ‘goa’ Saya / aku
guci

H

haisom -(海参) teripang
hengkang
hiansay
hio (香)
hisit – sirip ikan hiu
hoakiau (華僑)
hoana (土人/藩仔)
hoki (福氣)
honghouw
hongsui atau fengshui (風水) – ilmu keharmonisan Tionghoa
hopeng (好朋)
hunkue (粉粿)
hwahwee
hwee
hokkian/hokkien (福建 fu jian)
hongkong (香港 xiang gang)

I

Imlek (陰曆)

J

jalangkung
jamu(草藥)
jintan
jitu
jok
juhi – cumi kering

K

kamsia (感謝 ganxie)
kecap (茄汁 atau 鮭汁) – sejenis penyedap makanan
kecoa
keluyuk kolobak (咕咾肉)
kepang – ikatan rambut
kiejin
kimlo
kiu-kiu – sejenis permainan domino
klenteng
koa
koi (鯉)
koko (哥哥 gege)
Kong Hu Cu (孔夫子 Kongfuzi)
kongcu (孔子 Kongzi)
kongkalikong (串謀)
kongko (講座 jiang zuo)
kongsi (公司 gongsi)
koyo
ku
kuaci (瓜籽 gua zi)
kuah (湯)
kucai – sejenis sayuran
kue (糕 gao)
kung fu (功夫 gongfu) – seni bela diri
kuntau
kuntung
kuli (苦力)苦 Khu (pahit) dan 力 li (energi)
kwetiauw (粿條)

L

lakcang – sejenis sosis
lang (人)
langseng – mengukus,menanak
leci (荔枝)
lengkeng
lihai (厲害)
liong (龍)
loak
lobak
loteng 楼 / 层 = lou / Ceng – [atas] lantai / tingkat)
lonceng
lonte
lu 你 ‘lu / li’ kamu
lumpia (润 饼 (Hokkian = lun-pia ⁿ) – springroll)

M

maciok, mahyong (麻雀 / 麻將)
mangkok (碗鍋)
mie (面> 面 Hokkien mI – mie​​)
mihun (bihun) (米粉)
misoa (麵線)
moksai
mua
mak (媽)

N

ncik (姐)

O

oto (kata)

P

pakau
pakpui
pangseng
pangsi
pangsit (扁食)
pangkeng (房間)
pia (餅)
Pisau (匕首 bǐshǒu – pisau)
pong – sejenis tahu
popia
potehi – boneka wayang Tionghoa
putau – sejenis minuman anggur
Pak/Papa (爸/爸爸 Ba/Baba)

S

samcam (三層)
sampan (舢舨)
sate (三疊)
sentiong – kuburan
shio (肖)
sinci
sincia (新假 xīnjià kemungkinan berasal dari 新年假期 xīnnián jiàqí – liburan tahun baru)
singkek
singkong
sinse (診師) – ahli pengobatan dengan ilmu pengobatan Tiongkok
siomai (燒賣)
soja
sohun (細粉)
sopia
soto
suhu – instruktur
sumpit
swike (水雞) – makanan dari daging katak
swipoa (sederhana 算盘; tradisional: 算盤; Pinyin: suànpán) – alat hitung, juga disebut sebagai abakus.
Sun Go Kong (孙悟空 Sun Wu Kong)

T
Karakter bahasa Tionghoa

tacik (大姐)
tahu (bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) – sejenis makanan yang dibuat dari kedelai
tai chi( 太 极 )
taifun – angin ribut
taiko
taipak
taipan
Tangerang
tangsi
taoci
tauco (豆醬) )
taucang
taufan
tauge (豆芽)
tauke (頭家)
teh (茶)
teko (茶壶> 茶壶 = cháhú [Mandarin ], Teh-ko [Hokkian] = poci)
tekong – kapten kapal
tim – sejenis nasi bubur
timlo
Tionghoa (中華)
Tiongkok (中國)
toapekong
toko
tongkang
toya – tongkat untuk permainan silat
tukang (土工)
[[Tong] (桶)

W

waitangkung – sejenis senam
wangkang (艋舺)
wotie
wushu (武术)

Y

yin yang (陰陽)

Yeni Wahid: Jangan Campur Agama dan Politik, Sudah Banyak Konflik


Jakarta Putri kedua Gus Dur, Yeni Wahid mengimbau kepada masyarakat yang akan demonstrasi pada 4 November 2016, sebaiknya dilakukan sesuai aturan hukum dan damai.

Perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu mengatakan, jangan ada pihak yang menunggangi atau memanfaatkan demo tersebut. Apalagi untuk kepentingan politik.

Jangan lagi ada isu agama untuk kepentingan politik. Jangan ada lagi isu SARA dicampur adukan dengan kepentingan politik,” kata Yeni dalam talk show Mata Najwa di Metro TV, Rabu malam (2/11/2016).

Penyandang gelar Master Administrasi Publik dari Universitas Harvard itu menyebutkan, sudah banyak konflik agama dicampuradukan dengan politik di negeri ini.

Jangan ada kepentingan Pilkada dicampuradukan dengan agama, negeri ini sudah banyak konflik agama dicampur kepentingan politik, seperti konflik Poso, konflik Ambon, jangan ada lagi,” kata Yeni.

Mantan jurnalis The Sydney Morning Herald itu pun menegaskan masyarakat sebaiknya berdemo dengan damai pada 4 November 2016.

Selain Yeni Wahid, dalam talk show Mata Najwa juga hadir sejumlah tokoh di antaranya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua PBNU Said Akil Siradj.

Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi secara Alami


Pada saat musim penghujan, merupakan musim waktu berkembang dan tumbuhnya para nyamuk. Sebab banyak genangan nyamuk dimana – mana dan nyamuk dapat berkembang biak disana. Tak jarang banyak orang yang menjadi korban karena gigitannya, salah satunya adalah balita.
Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi

Balita juga akan sangat rentan terkena gigitan nyamuk, terlebih bila tanpa pengawasan orang tua. Kulitnya yang masih sensitif dan lembut, membuatnya ketika tergigit nyamuk akan menimbulkan bercak dan bintik – bintik merah pada kulit si bayi. Bagi seorang ibu, pastinya akan timbul rasa khawatir ketika melihat kulit buah hatinya mengalami bintik – bintik merah.

Untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk tersebut, sebaiknya jangan menggunakan obat – obatan kimia untuk kulit bayi. Begitu juga saat mencegah nyamuk datang di kamar atau di rumah, sebaiknya jangan gunakan obat nyamuk bakar atau semprot sebab dapat membahayakan kesehatan bayi. Lebih baik gunakan selambu atau kelambu sebagai penutup si bayi saat tidur sehingga terhindar dari gigitan nyamuk.

Namun, apabila si buah hati sudah mengalami gigitan nyamuk dan menimbulkan bekas gigitan memerah pada kulit, sebaiknya segera diatasi. Sebab banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk tersebut dengan menggunakan bahan – bahan alami yang aman untuk kulit, seperti berikut ini!

Tips Mengobati Bekas Gigitan Nyamuk yang Susah Hilang bagi Anak Balita

Kulit Pisang

Pisang merupakan tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi manusia, hampir semua bagian tumbuhan ini dapat dimanfaatkan. Mulai dari akar, batang, daun, buah sampai jantung pisang pun dapat dimanfaatkan. Begitu pula dengan kulit pisang, selain dapat digunakan sebagai pengganti semir sepatu, kulit pisang juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi gigitan nyamuk. Caranya cukup mudah, hanya dengan mengoleskan kulit pisang bagian dalamnya saja pada bagian yang terdapat bakas gigitan nyamuk.

Kentang

Kentang tidak hanya digunakan sebagai menu makanan diet dan tinggi akan kandungan karbohidrat di dalamnya, namun dapat pula dijadikan sebagai obat untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk pada balita dengan cara menggunakan bagian kulit kentang. Caranya, siapkan satu buah kentang segar cuci bersih. Kemudian kupas kentang dan ambil kulitnya, lalu kulit bagian dalamnya digosokkan secara perlahan pada kulit bayi. Kenapa kulit kentang dapat dijadikan sebagai obat untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk? Hal ini disebabkan oleh kandungan vitamin C dan potassium pada kulit kentang yang sangat ampuh untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk dan luka. Selain itu, aman untuk kulit bayi yang masih sensitif dan lembut.

Bawang Putih dan Bawang Merah

Untuk menggunakan bawang putih dan bawang merah sebagai obat mengatasi bekas gigitan nyamuk, mengaplikasikannya cukup mudah. Caranya, belah bawang putih atau bawang merah menjadi dua bagian. Kemudian oleskan secara perlahan pada kulit bayi. Nah, cara ini dapat mengatasi bekas gigitan nyamuk pada bayi sebab di dalam bawang putih dan bawang merah terdapat kandungan antibakteri yang dapat mengobati luka.

Lidah Buaya

Lidah buaya tidak hanya dapat bermanfaat sebagai bahan dasar sampo yang mampu menyehatkan dan membuat rambut lebih hitam, namun juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk dan radang. Caranya, siapkan lidah buaya satu tangkai, kemudian potong menjadi beberapa bagian. Setelah itu, ambil gel lidah buaya yang berwarna puih transparan di bagian tengah lidah buaya. Gel tersebut lalu oleskan pada kulit bayi yang ada bekas gigitan nyamuk. Nah, dengan menggunakan lidah buaya pastinya bekas gigitan nyamuk pada kulit balita akan cepat sembuh. Hal ini dikarenakan gel dari lidah buaya memiliki kandungan aloesin di dalamnya yang bersifat anti inflamasi sehingga bagus untuk menyembuhkan luka akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya.

Lemon

Buah lemon dapat dijadikan sebagai obat untuk mengobati bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi. Caranya, satu buah lemon segar, lalu belah menjadi dua bagian. Peras sampai keluar airnya pada suatu wadah. Kemudian ambil kapas atau cotton bud, lalu celupkan ke air perasan lemon tadi dan oleskan pada kulit bayi yang terdapat bekas gigitan nyamuk. Lemon memiliki sifat antiseptik yang baik untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk supaya tidak mengalami iritasi.

Nah, itulah tadi beberapa macam cara untuk mengatasi bekas gigitan pada kulit bayi. Jadi, untuk mengobati bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi sebaiknya gunakan bahan yang aman untuk si buah hati sebab kulitnya masih sangat sensitif dan lembut. Pastinya sebagai orang tua tidak ingin menyakiti buah hatinya dengan menggunakan bahan yang non alami dan dapat menimbulkan beberapa macam gangguan pada si bayi bukan? Semoga bermanfaat!

Jawaban keluhan anda


Ketika kita mengeluh : Ah mana mungkin?
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Aku berkata
“Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

Ketika kita mengeluh : Aduh, letih sekali..
Allah menjawab : “dan KAMI jadikan
tidurmu untuk istirahat.” (QS.An- Naba :9)

Ketika kita mengeluh : Berat sekali ya, gak sanggup rasanya 😦
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan
sesuai dgn kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : Stress nich, bingung?!
Allah menjawab : “Hanya dengan
mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d :28)

Ketika kita mengeluh : Yah, ini mah bakal sia-sia..deh!
Allah menjawab :”Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarahpun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al- Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh : aku sendirian, gak ada seorangpun yang mau membantu…
Allah menjawab : “Berdoalah
(mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu” (QS. Al-Mukmin :60)

Ketika kita mengeluh : Sedih sekali rasanya. :'((
Allah menjawab : “La Tahzan,..Innallaha Ma’ana.. Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah
beserta kita (QS. At-Taubah :40)

Ketika kita mengeluh : Ampun..susah banget ini kerjaan
Allah menjawab : “sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah;6-7). MasyaaAllah indahnya agama Islam, semuanya telah Allah sediakan solusinya hanya dalam Al-Quran.

Semoga renungan ini bermanfaat..

Cara Menghilangkan Plak Gigi yang Membandel secara Alami


Cara Menghilangkan Plak Gigi

Mempunyai gigi yang bersih dan indah adalah impian semua orang karena kebersihan dan keindahan gigi akan berdampak pada penampilan seseorang. Menjaga kesehatan gigi tidak hanya berguna untuk menunjang penampilan saja karena menjaga kesehatan gigi juga berguna agar terhindar dari permasalahan gigi seperti, adanya plak gigi dan gigi berlubang.

Penumpukan plak pada gigi disebabkan karena adanya sisa-sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi. Sisa-sisa makanan yang tidak segera dibersihkan akan berkumpul dan mengeras menjadi plak gigi. Jika plak pada gigi terus dibiarkan akan menyebabkan kerusakan pada gigi sehingga, gigi menjadi berlubang.

Tips Membersihkan Karang Gigi dengan Bahan Alami
Pada kesempatan kali ini, penulis akan menjabarkan mengenai cara menghilangkan plak gigi secara alami. Berikut ini caranya :

1. Apel

Plak atau karang gigi bisa hilang dengan cara megonsumsi apel tanpa dikupas dan tanpa dipotong terlebih dahulu. Di dalam apel terdapat kandungan serat tinggi yang dapat berperan untuk mengangkat plak atau karang gigi secara alami.

2. Banyak Mengonsumsi Air Putih

Cara Menghilangkan Plak Gigi
Mengonsumsi banyak air putih juga merupakan salah satu cara alami untuk menghilangkan plak atau karang gigi. Air putih dapat mengangkat kotoran yang menempel pada gigi secara alami. Karang gigi akan terkikis sedikit demi sedikit dengan sendirinya. Usahakan selalu mengonsumsi air putih yang bersih dan selalu berkumur jika sesudah makan.

3. Cengkeh

Sejak jaman dahulu cegkeh adalah ramuan yang sudah dikenal sebagai penghilang plak atau karang gigi secara alami. Kebiasaan orang jaman dulu yang mengonsumsi cengkeh dengan daun sirih atau yang disebut dengan nginang hal ini sudah terbukti karena gigi orang-orang jaman dahulu masih kuat meskipun memiliki usia tua, hal ini juga efektif untuk menghilangkan plak atau karang gigi.

4. Biji Asam Kawak

Biji Asam Kawak adalah biji asam yang sudah tua yang dapat digunakan untuk menghilangkan plak atau karang gigi. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menyangrai (mengoreng tanpa minyak) biji asam kawak, kemudian tumbuk hingga halus. Selanjutnya bisa digunakan sebagai campuran pasta gigi.

5. Bersiwak

Bersiwak adalah cara yang dipercaya umat islam untuk membersihkan gigi. Nabi Muhammad SAW telah memperkenalkan cara ini kepada umatnya. Bersiwak adalah cara membersihkan gigi dengan akar atau serat batang tumbuhan. Tetapi, pada jaman modern ini, serat akar dan batang yang digunakan untuk bersiwak sudah banyak terdapat di apotek.

Membersihkan plak atau karang gigi secara alami bukanlah hal yang mudah, karena diperlukan keteraturan dan kesabaran untuk melakukan . Sebelum terjadinya karang gigi atau plak pada gigi sebaiknya, jaga dan rawatlah gigi mulai sejak dini.

6 Manfaat sehat Menangis, Yang Cengeng Wajib baca


Menjadi cengeng atau orang yang mudah menangis adalah hal yang normal jika kamu melihat, mendengar, atau mengetahui sesuatu yang menyedihkan. Well, selain karena sesuatu yang menyedihkan, seseorang juga bisa menangis karena rasa sukacita yang tinggi.

Dilansir dari boldsky.com, menangis merupakan respon fisik tubuh terhadap keadaan emosional di mana seseorang menitikkan air mata dari kelenjar lakrimal atau saluran air mata. Dan ternyata menangis menyimpan banyak manfaat sehat seperti penjelasan berikut ini.

Meredakan stres

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa menangis bisa memperbaiki keadaan fisik dan mentalmu. Hasilnya, stres pun akan pulih.

Mendetoksifikasi tubuh

Saat kamu menangis, maka air mata yang keluar akan membawa serta racun dan kotoran di dalam mata. Mata pun jadi bersih.

Pembersih alami

Air mata yang kamu keluarkan mengandung enzim yang disebut dengan lisozim. Enzim ini bersifat anti bakteri yang mampu membersihkan mata dari kuman.

Mencegah mata kering

Air mata mampu melumasi mata, mencegah mata kering, serta kemerahan.

Meningkatkan suasana hati

Selain meredakan stres, menangis membantumu untuk merasa lebih nyaman dan meningkatkan mood atau suasana hati sampai batas tertentu. Menangis juga akan meningkatkan produksi endorfin, hormon yang membuatmu merasa lebih baik.

Mencegah depresi

Karena menangis dapat membantu menghilangkan stres serta meningkatkan suasana hati, maka kamu pun bisa terhindar dari depresi yang dipenuhi dengan emosi negatif.

Meski terlihat menyedihkan, menangis ternyata memberikan banyak manfaat sehat. Jangan, jangan malu untuk menangis, ya!

Manfaat Mengunyah Makanan Lebih Lama secara Perlahan


Manfaat Mengunyah Makanan Lebih Lama Perlahan-lahan Sampai Halus bagi Kesehatan

Makanan merupakan sumber tenaga bagi setiap makhluk hidup dimuka bumi ini, termasuk manusia. Mengunyah makanan merupakan hal yang wajib dilakukan saat makan. Namun, kebanyakan manusia mengunyah makanan dalam waktu yang singkat dan cepat. Padahal, hal tersebut kurang baik bagi kesehatan tubuh, terutama untuk organ pencernaan. Selain itu, mengunyah makanan secara perlahan dan dalam waktu yang lama, merupakan hal yang dianjurkan dan harus untuk di lakukan. Sehingga, banyak orang yang bertanya – tanya, kenapa mengunyah makanan harus lama? Nah, berikut penjelasannya.

 

Manfaat Mengunyah Makanan Secara Perlahan & Lebih Lama

  • Membantu Organ Pencernaan

Mengunyah makanan secara perlahan dapat membantu organ pencernaan agar tidak bekerja lebih berat saat mencerna makanan. Sebaiknya, kunyah makanan sampai halus baru ditelan. Hal tersebut bertujuan agar lambung tidak bekerja terlalu berat yang lama – kelamaan dapat menimbulkan gangguan pada organ pencernaan. Selain itu, makanan yang dikunyah sampai halus dapat dicerna dengan baik oleh organ pencernaan dan zat gizinya dapat dialirkan ke seluruh tubuh.

  • Mengurangi Stress

Menikmati makanan dan menyantap makanan penuh dengan perasaan dapat menenangkan pikiran dan terhindar dari stress. Dengan makanan yang di santap secara perlahan dapat membuat seseorang lebih menikmati makanan dan menjaga kesehatan mental.

  • Menurunkan Berat Badan

Dengan tidak terburu – buru mengunyah makanan dapat jadikan solusi untuk menurunkan berat badan. Sebab, dengan mengunyah makanan sampai halus dapat membuat seseorang mengkonsumsi kalori yang sedikit. Sehingga, mampu membuat tubuh menjadi awet ideal dan tetap terjaga bentuk tubuhnya. Selain itu, otak memiliki respon yang dapat memberikan informasi jika perut sudah kenyang.  Apabila terlalu cepat mengunyah makanan dan langsung menelannya dapat melewati waktu respon kenyang dari otak. Namun sebaliknya, apabila mengunyah makanan secara perlahan dan dalam waktu yang lama, respon perut kenyang dari otak dapat diterima dan tidak terlewat.

  • Terhindar Dari Rasa Rakus

Makan dengan emosional atau rakus dapat membuat berat badan bertambah dan berbahaya bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan makanan yang kita konsumsi tidak terkunyah dengan lembut dan hanya membuat perut kenyang tidak sempurna. Sebaiknya, mengkonsumsi makanan dilakukan secara perlahan dan tanpa menyertakan emosinya.

Jadi, makanan merupakan hal yang terpenting bagi kesehatan tubuh. Sebaiknya, makan makanan yang bergizi dan kaya akan nutrisi serta saat makan kunyah makanan tersebut sampai halus dan secara perlahan supaya kita dapat menikmati manfaat dari makanan tersebut bagi tubuh.

Cara Mengobati Sariawan di Lidah, Bibir, Tenggorokan secara Alami


Cara Mengatasi Sariawan Secara Alami

Sariawan merupakan penyakit yang menimbulkan rasa sakit pada mulut akibat luka. Biasanya sering terjadi di bagian bibir. Sariawan membuat penderitanya merasakan ketidaknyamanan saat makan dan minum. sebab dapat mengakibatkan rasa sakit yang menghilangkan rasa nafsu makan. Sariawan dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti panas tinggi dan bisa juga karena bibir atau lidah tergigit saat mengunyah makanan, sehingga menimbulkan luka penyebab sariawan.

Tips Cara Alami & Cepat Menyembuhkan Sariawan dengan Bahan Obat Alami
Ada banyak cara untuk mengatasi sariawan, dengan membeli obat di apotek. Namun, untuk mengobati penyakit tidak seperti menggunakan bahan – bahan yang alami, karena tidak memiliki efek samping yang membahayakan tubuh. Bahan – bahan alami tersebut dengan mudah kita dapatkan dan dengan harga yang terjangkau. Nah, berikut ini ada beberapa macam bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi sariawan.

Cara mengobati sariawan di lidaah, bibir, tenggorokan secara alami
Image Source: commons.wikimedia.org

Air Garam

Selain rasanya yang asin, air garam juga sangat efektif untuk meredakan dan menyembuhkan sariawan. Caranya dengan menggunakan air garam untuk berkumur. Sebab air garam tersebut dapat membunuh kuman penyebab sariawan.

Es Batu

Es batu juga sangat efektif untuk mengatasi peradangan akibat sariawan yang menimbulkan bengkak dan rasa sakit akibat sariawan. Caranya, dengan menghisap es batu atau meletakkannya pada area yang bengkak dan lakukan cara ini beberapa kali secara rutin per harinya untuk mengurangi pembengkakan tersebut.

Kelapa

Kelapa merupakan tanaman yang multifungsi, setiap bagian dari tanaman ini berguna bagi manusia, mulai dari batang hingga daun. Kelapa juga dapat mengatasi masalah sariawan, caranya hanya dengan mengoleskan minyak kelapa pada luka sariawan. Selain itu, dapat pula mengunyah daging kelapa yang sudah dikeringkan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan akibat sariawan. Air kelapa dapat diminum untuk meredakan panas dalam.

Daun Basil

Daun basil biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu masakan. Namun tidak hanya itu, daun basil juga dapat mengatasi sariawan yang diderita. Caranya cukup mudah, dengan merebus daun basil dan meminum air rebusan tersebut.

Kunyit

Kunyit yang di seduh dengan air hangat dapat mengatasi penyakit sariawan. Sebab kunyit memiliki kandungan antiseptik di dalamnya yang dapat membunuh bakteri penyebab sariawan.

Nah, itu tadi bahan alami yang dapat menyembuhkan sariawan yang diderita. Jadi, sariawan dapat menyebabkan rasa perih dan sakit pada bagian yang luka dan menghilangkan nafsu makan. Sehingga alangkah baiknya jika segeralah mengobatinya agar tidak menjadi parah.

Cara Alami Mengatasi Perut Kembung dan Mual pada Orang Dewasa


Cara Mengobati Perut Kembung Secara Alami

Perut Kembung adalah dimana perut terasa penuh angin dengan rasa yang tidak nyaman serta berakibat pada hilangnya nafsu makan. Kondisi perut kembung memang bisa hilang dengan sendirinya dengan cara bersendawa atau buang gas. Namun kondisi seperti ini tidak dapat didiamkan begitu saja karena dapat mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang yang tak terduga sebelumnya.

Cara Alami Mengatasi Perut Kembung dan Mual
Untuk itu di sini kami hadir dengan memberikan tips alami menghilangkan perut kembung.

Cara alami mengatasi perut kembung dan mual pada orang dewasa

Image Source: pixabay.com

1. Mengonsumsi Air Putih

Saat tubuh kekurangan cairan atau yang biasa disebut dengan dehidrasi akan menyebabkan tubuh menahan diri dan menyebabkan perut terasa kembung, untuk itu cukupilah asupan air dengan mengonsumsi air putih 6 hingga 8 gelas setiap harinya.

2. Mengonsumsi Makanan Berserat

Makanan yang mengandung serat terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Serat merupakan kandungan makanan yang dapat masuk ke dalam tubuh secara lancar dan akan mencegah terjadinya perut kembung dan sembelit.

3. Menghindari Minuman Bersoda

Minuman bersoda adalah minuman yang digemari oleh semua kalangan. Tetapi minuman bersoda sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh. Di dalam minuman bersoda terdapat kandungan karbonasi yang memiliki banyak gas, gas tersebut akan terjerat di dalam lambung yang akan menyebabkan sendawa terus-menerus. Minuman bersoda justru akan memperburuk kondisi perut yang terasa kembung.

4. Menjauhi Makanan Yang Mengandung Banyak Garam

Mengonsumsi makanan yang terlalu asin akibat banyak garam akan menyebabkan perut semakin terasa kembung. Garam tidak hanya berdampak buruk untuk kesehatan jantung, karena garam memiliki sifat yang mengikat air hal ini akan membuat perut semakin terasa kembung.

5. Makan Secara Perlahan

Kebiasaan yang dapat memicu terjadinya rasa kembung di perut dikarenakan makan makanan secara tergesa-gesa. Hal itu akan menyebabkan perut terasa kembung karena terlalu banyak hawa atau angin yang masuk saat kita menyuapkan makanan ke dalam mulut. Lakukan kebiasaan makan Anda secara perlahan untuk menghindari perut kembung.

Demikianlah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi perut kembung. Semoga artikel cara mengobati perut kembung ini membantu!

Mari kita bersama meningkatkan kesadaran kita - Mulailah berpikir cerdas, Kita semua beragama !!! Agama bukan identitas...jadikanlah agama untuk keluar dari kebodohan

Tulisan di blog ini mungkin sangat ngawur tapi mungkin juga benar. Merdekakan pikiran anda, sentuh hati nurani anda. Yang ada tinggal KASUNYATAN SEJATI

Zoemalang's community at www. zoemalang.wordpress.com

ujung malang adalah Sebuah desa yang hilang terganti dengan ujung harapan

YoYo Games Blog Feed

Tulisan di blog ini mungkin sangat ngawur tapi mungkin juga benar. Merdekakan pikiran anda, sentuh hati nurani anda. Yang ada tinggal KASUNYATAN SEJATI

Dealer Termurah

Menjual Segala Jenis Motor Baru Di Indonesia Cash Maupun Kredit

%d blogger menyukai ini: